[Merchandise][bsummary]
[Review][bigposts]

Sejarah, Profil, dan Biografi Jendral Soedirman Pahlawan yang Inspiratif


Pada artikel sebelumnya, kami telah mengangkat biografi R.A Kartini yang kisahnyasangat inspiratif. Pada kesempatan kali ini, kami juga akan membahas profil Jendral Besar Sudirman, siapa yang tidak kagum dengan sosok pahlawan yang satu ini. Namanya juga tidak asing di telinga kita. Bagi yang selalu memperhatikan nama jalan, mungkin sudah sering menemukan nama jendral Sudirman digunakan sebagai nama sebuah jalan.

 

Simak profilnya yuk, selamat membaca.

https://www.google.com/search?q=jendral+sudirman&client=firefox-b-d&sxsrf=ACYBGNTpQ-XrpWZMU1tt65R9jXPPbl2FaA:1573797276230&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=bxpT_c4SlJlnbM%253A%252CCtRhern7kjRBYM%252C%252Fm%252F06h0cq&vet=1&usg=AI4_-kQPFCmt0V2ES_8mZiZ-BTjAxFzwXg&sa=X&ved=2ahUKEwj3kuTcw-vlAhUwsaQKHbAuBE8Q_B0wE3oECAkQAw#imgrc=bxpT_c4SlJlnbM:&vet=1
jendral sudirman
Raden Soedirman atau yang dikenal dengan Jendral Besar Sudirman, lahir di Bodas, Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah pada tanggal 24 januari 1916. Beliau adalah putra kesayangan Karsid Kartawiraji dan Siyem.

Jendral Besar Sudirman, lebih lama tinggal bersama pamannya yang bernama Raden Cokrosunaryo. Kedua orang tuanya, menyadari kemampuan ekonomi mereka, sehingga mereka harus merelakan putra kesayangannya diangkat oleh Raden Cokrosunaryo yang lebih baik kondisi ekonominya, agar hidup Raden Soedirman lebih baik dan terjamin.

Dibawah bimbingan gurunya, Raden Muhammad Kholil, Sudirman dikenal sangat taat dalam beragama. Bahkan Sudirman sering mengisi ceramah dan dikenal sebagai anak yang sangat rajin belajar. Teman-teman Sudirman menyebutnya dengan “haji”.

Jendral Sudirman juga dikenal memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Kemampuannya dalam memimpin, membuatnya menjadi orang yang disegani dan dihormati oleh masyarakat. Bahkan di usia yang masih muda, yaitu 31 tahun, Raden Soedirman telah resmi menjadi seorang jendral. 
https://www.google.com/search?q=jendral+sudirman&client=firefox-b-d&sxsrf=ACYBGNTpQ-XrpWZMU1tt65R9jXPPbl2FaA:1573797276230&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=bxpT_c4SlJlnbM%253A%252CCtRhern7kjRBYM%252C%252Fm%252F06h0cq&vet=1&usg=AI4_-kQPFCmt0V2ES_8mZiZ-BTjAxFzwXg&sa=X&ved=2ahUKEwj3kuTcw-vlAhUwsaQKHbAuBE8Q_B0wE3oECAkQAw#imgrc=ZmeVNTq5QgWK7M:&vet=1
jendral sudriman

Jendral Besar Sudirman, telah banyak memimpin peperangan yang berujung kesuksesan. Bahkan beliau pernah memimpin perang gerilya, yang tercatat menjadi perang yang sangat besar, dalam keadaan sakit yang cukup parah dan minimnya ketersediaan obat. Namun semangatnya terus berkobar inilah yang patut kita tiru, beliau tak pernah mau mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan sakit, padahal dalam sejarahnya beliau mengidap penyakit paru-paru dalam keadaan hanya satu paru-paru yang beliau miliki, semua ia lakukan dengan optimis agar semua pasukannya tetap fokus dan semangat. Akibat kondisi yang semakin memburuk, akhirnya jendral Sudirman harus keluar dari medan perang. Meski begitu, ide dan gagasan beliau tetap dibutuhkan.

Kemudian, Jendral Sudirman kala itu dirawat di Sanatorium, di wilayah Pakem, dan pindah ke Magelang pada bulan desember 1949.

Tak lama kemudian, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 desember 1949 melalui Republik Indonesia Serikat. Jendral Sudirman saat itu juga diangkat sebagai panglima besar TNI.

Diketahui setelah berjuang keras melawan penyakitnya, Jendral Sudirman wafat pada tanggal 29 januari 1950, di Magelang. Pemakaman beliau diiringi oleh konvoi empat tank serta 80 kendaraan bermotor menuju kota Yogyakarta. 

demikian profil singkat Jendral Sudirman yang sangat inspiratif. semangat dan kecerdasan beliau dalam memimpin tak perlu diragukan lagi. tak heran, bila beliau diangkat sebagai salah satu pahlawan nasional indonesia yang paling berpengaruh.  

salam hangat, 



[TNI][twocolumns]