[Berita][bsummary]
[Review][bigposts]

Perbedaan Grup I, II dan III Kopassus


Perbedaan Grup I, II dan III Kopassus
Perbedaan Grup I, II dan III Kopassus
Sumber: aceh.tribunnews.com
Perbedaan Grup I, II dan III Kopassus
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan bagian dari Komando Tempur Utama (KOTAMA) yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Pasukan ini dianggap sebagai pasukan elite karena kemampuan dan misi khusus mereka.

Prajurit Kopassus dibekali dengan kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Prajurit Kopassus dapat dengan mudah untuk dikenali. Baret merah serta seragam loreng darah mengalir merupakan ciri khas prajurit Kopassus. Ini juga yang membuat Kopassus sering dipanggil sebagai Korps Baret Merah.

Dalam Operasi Militer Perang (OMP), Kopassus bertugas melancarkan serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, anti teror, maupun operasi intelijen khusus.

Selain itu, Kopassus juga dapat diterjunkan dalam operasi militer selain perang. Contohnya sebagai bantuan kemanusiaan, operasi anti insurgency, anti separatisme, dan anti pemberontakan

Prajurit Kopassus berbeda dengan prajurit biasa lainnya yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Para prajurit yang tergabung dalam Kopassus sering dilibatkan untuk menjalankan misi-misi khusus.

Dengan tujuan membedakan dengan pasukan biasa lainnya, satuan Brigade diberi nama Grup. Terdapat tiga grup di Kopassus, yakni Grup I, Grup II, dan Grup III.

Sebelum kami lanjut, kami juga memiliki penjelasan mengenai Adhi Makayasa untuk Anda-Anda yang penasaran. Silakan Anda periksa apabila tertarik.

Setiap Grup dipimpin seorang Kolonel. Di bawahnya terdapat Batalion yang dikomandoi perwira berpangkat Letnan Kolonel. Di bawahnya terdapat detasemen, tim, unit dan satuan tugas khusus, masing-masing dikomandani perwira berpangkat Letnan sampai Mayor sesuai beban tugasnya.

Tunggu, lalu apa bedanya Grup I, II dan III?

Grup I dan Grup II Kopassus memiliki peran yang sama, yakni Para Komando atau disingkat Parako. Dalam penugasannya, mereka bisa diterjunkan di mana saja. Mulai dari operasi lintas udara, hingga penyerbuan amfibi dari laut.

Grup I berdiri pada 23 Maret 1963. Grup I bermarkas di Serang, Banten dan komandan pertama adalah Mayor Benny Moerdani. Grup I membawahi 1.274 personel yang terbagi ke empat batalion tempur, yakni Batalion 11/Atulo Sena Baladhika, Batalion 12/Asabha Sena Baladhika, Batalion 13/Thikkaviro Sena Baladhika dan Batalion 14/Bhadrika Sena Baladhika.

Sementara Grup II Kopassus didirikan pada tahun 1962. Grup ini bermarkas di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Grup II membawahi 1.459 personel yang terbagi ke tiga batalion tempur, yakni Batalion 21/Bhirawa Yudha, Batalion 22/Manggala Yudha, dan Batalion 23/Dhanuja Yudha.

Berbeda dengan dua grup tersebut, Grup III memiliki penambahan spesialisasi, yakni di bidang intelijen. Hal itu bisa dilihat dari belakang nama satuan, Sandi Yudha.

Satuan ini memiliki spesifikasi tugas perang rahasia berupa Clandestine Operation, di antaranya intelijen tempur atau combat intel, dan counter insurgency (kontra pemberontakan). Satuan ini bermarkas di Mako Cijantung.
Perbedaan Grup I, II dan III Kopassus
Perbedaan Grup I, II dan III Kopassus
Sumber: nasional.tempo.co
Sangatlah tidak mudah untuk menjadi bagian dari satuan ini. Setiap calon personel diwajibkan menjalani seleksi yang sangat ketat. Mulai dari calon prajurit yang masih pendidikan hingga personel yang sudah bertugas aktif di kesatuan dan memiliki bakat intelijen akan dilatih lagi.

Tertarik untuk masuk Kopassus? Kami juga menyediakan bimbel untuk masuk TNI dan Polri yang bisa Anda cek di website Abdi Negara. Terima kasih telah menyempatkan waktu Anda.

(Hubungi Sekarang Juga! WhatsApp: 0877-6349-5838)

Salam hangat,

[TNI][twocolumns]